Minggu, 10 Maret 2013

rindu dan hati

semalam ini aku terjaga disini, ditempatku mencurahkan semua rasa ini, rasa yang tak pernah kumengerti kapan usainya. ya rasa ini kusebut rindu. rindu yang tak berpenghujung . rindu yang hanya berada diujung bibir tanpa pernah bisa terucap pada pemilik rindu.

aku masih disini..
terdiam dan mencoba menerka2 tentang rasa ini. rasa yang sebenarnya tak ingin kurasakan untuk saat ini. tapi entah mengapa rasa itu terus menggelayut dan tak mau pergi...

aku lelah..
lelah dengan semua permainan ini, permainan sang rindu yang selalu mengusik dan menari2..
ingin rasanya aku menepis semua ini, tapi hatiku terlalu keras untuk tetap berusaha peduli.
yaa,lagi2 ini permainan hati...
hati memang tak pernah bisa ditebak apa maunya. dia selalu berusaha mencari pembenaran dengan caranya sendiri. dia tak peduli jika pemilik hati itu akan merasa sakit atau tidak... bagi hati, melepaskan semua yang dirasakan adalah tujuan utamanya..

rindu dan hati..
dua korelasi yang selalu saling mengisi. hati yang tulus akan menyimpan rasa rindu yang tulus juga. tak peduli apakah objek rindu itu tahu,kalau dia sedang dirindukan atau tidak. bagi hati, rindu tetap harus tersampaikan. entah dengan cara apapun..

rindu dan hati..
dua hal ini yang sering memaksaku jadi begini. mereka sama2 kuat dan keras kepala. merekalah yang sering membuatku seperti ini. disaat logikaku berbicara tentang keadaan, mereka berbicara tentang kenyataan..
ya,rindu dan hati sering kali membuatku berperang dengan logikaku sendiri. dan sering kali logikaku dikalahkan oleh rindu dan hati ini. hingga akhirnya aku hanya terdiam kelu menerima dan kenyataan ini...

hei rindu dan hati..
sampai kapan kalian akan membuatku seperti ini?
aku lelah jika harus menghadapi pertengkaran diantara kalian. tak bisakah kalian membuatku sedikit tenang dengan kebahagiaan dan senyuman? tak bisakah kalian berdamai dengan apa yang ada dihadapanku saat ini? haruskah kalian selalu memaksakan ego dan kemudian menyakiti raga yang kalian tempati ini?

aku mengerti, kalian melakukan ini agar aku bisa tersenyum bahagia lagi bukan?
aku sadar akan hal itu. tapi bukan sekarang saatnya. ini belum waktunya untuk menyatakan rindu yang tersimpan didalam hatiku. kalian harus melihat apa yang ada dilogikaku. saat ini bukan mereka yang bisa menerima ucapan rindu dari hatiku. akan ada saatnya nanti. saat dimana logikaku berkata "inilah waktunya, waktu dimana rindu bisa menyampaikan apa yang telah dipendam didalam hati"

Tidak ada komentar: